Tak Hanya Karena Sudah Tak Berduit, Arsenal Juga Tak Lagi Menarik

Alan Smith mengatakan bahwa Arsenal pasangnya sudah tak memiliki cukup uang lagi dan nama besar untuk dapat mendatangkan pemain berkelas ke klub. Sehingga,  Mikel Arteta bakal menghadapi tantangan berat di jendela transfer berikutnya.

 

Sudah Tak Punya Uang Lagi untuk Datangkan Pemain Top

Arteta sejatinya memang berharap dapat merombak pasukannya setelah penampilan yang kacau pada musim ini akan tetapi juru taktik yang berasal dari Spanyol tersebut harus mengubah strategi transfernya setelah masalah keuangan yang timbul akibat pandemi virus Corona ini. nampaknya prioritas yang akan ditekankan oleh The Gunners musim panas ini adalah mendatangkan pemain yang berstatus bebas transfer dana ataupun melakukan pertukaran pemain.

 

Smith yang merupakan mantan bintang Leeds United dan Manchester United percaya bahwa Arsenal yang sekarang sudah kehilangan daya tariknya sehingga para pemain top penampakan gan untuk datang ke Emirates Stadium.

 

“Ingin berada di klub Liga Champions,” ungkap semir dilansir dari Liga Olahraga.

 

“Sekarang ini Arsenal tidak berada dalam kategori tersebut dan disinilah Mikel Arteta Memiliki pekerjaan yang sangat berat dan juga besar di tangannya guna mengubah persepsi tentang Arsenal dan yang lebih penting adalah menjadikan mereka tim yang lebih baik guna mengangkat mereka kembali lagi ke empat besar,” imbuhnya.

 

Ia melanjutkan, “Tidak akan mudah memang untuk melakukan itu. Anda  mungkin membutuhkan cukup banyak uang dan mungkin lebih banyak dari yang dimiliki oleh Arsenal. Namun Arteta merupakan manajer yang telah menaklukkan pasukannya dan saya pikir dia memiliki peran yang bagus dalam pemotongan upah sehingga mereka bisa mendengarkan nya dan juga menghormatinya.”

 

“Dia bakal meningkatkan para pemain namun (Pierre-Emerick) Aubameyang bakal melihat situasinya dan bertanya-tanya apakah dia punya waktu dan kesabaran untuk bertahan disana. Apabila mereka kehilangan dia maka dia akan menjadi kehilangan besar dan dia adalah pemain yang menjamin sekitar 25 gol di musim ini.”

 

Smith mengatakan bahwa dirinya sebenarnya merasa lebih terstruktur di atas dan dia juga merasa bahwa Raul Sanelli yang berperan sebagai kepala sepak bola dan juga direktur teknik yakni Edu, untuk bisa bertindak bersama dalam perencanaan ke depan. “Namun Saya tidak yakin kalau memiliki uang ataupun kehormatan untuk menarik para pemain top lainnya.”

 

Arsenal pasalnya bakal melanjutkan musim dengan berdiri di urutan kesembilan klasemen Liga Premier League di mana mereka terpaut delapan poin di belakang Chelsea yang sekarang berada di urutan keempat dari lima poin di belakang Manchester United yang sekarang berada di urutan kelima.

 

Diklaim Bakal Sulit Jual Mesut Ozil dan Shkodran Mustafi

Belum selesai dengan ketidakmungkinan Arsenal untuk mendatangkan pemain-pemain top lainnya ke klub toto togel online karena sudah tidak memiliki dana lagi, mantan striker Arsenal yakni Charlie Nicholas mengatakan bahwa keyakinannya harus dipertegas kembali bahwa klub mesti menjual Mesut Ozil dan juga Shkodran Mustafi. Akan tetapi dirinya mengakui bahwa itu bakal sulit apabila melihat upah yang mereka dapatkan di Emirates Stadium.

 

Ozil dan mustafi yang mana sama-sama berkewarganegaraan Jerman mengalami performa yang naik turun Semenjak mereka tiba di London utara pada tahun 2013 dan 2016. Kedua pemain tersebut pasalnya menjadi sasaran hujatan para penggemarnya walaupun nama terakhir tampil lebih baik sejak Mikel Arteta kembali ke klub pada bulan Desember yang lalu. Namun Nicholas yang berseragam The Gunners antara tahun 1943 dan 1988 percaya bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi klub untuk menjual kedua pemain itu.

Hasil Pertandingan Jerman Vs Belanda, Loloskan De Oranje

Usai laga cukup sengit melawan Timnas Jerman, akhirnya Timnas Belanda bisa lolos masuk ke babak semifinal Liga A UEFA Nations League.Belanda bermain imbang 2-2 melawan Jerman di Stadion Veltins Arena. Awalnya, di laga sengit tersebut tuan rumah unggul 2 gol. Timo Werner (di menit ke-9) dan Leory Sane (di menit 20) sumbangkan 2 gol dan Tuan Rumah pimpin permainan. Tapi, Belanda yang ngotot ingin untuk lolos, kerahkan semua kemampuan hingga bisa menyamai kedudukan dengan mencetak 2 gol. Quincy Promes (di menit 85’) dan Virgil van Dijk (di menit 90’) telah mengubah nasib Belanda.

Laga Sengit Jerman Vs belanda

Laga akhir dari fase grup UEFA Nations League 2018-2019 pertemukan Timnas Jerman Vs Timnas Belanda. Keduanya bermain sangat apik dengan skor imbang 2-2. Belanda mampu memaksa tim tuan rumah dengan hasil seri saat bertandang ke Veltins-Arena. Laga keempat Grup 1 Liga A ini sangat menarik, Tim Panser bermain togel dengan ofensif dan mampu lesatkan 13 tembakan, sedangkan Tim De oranje cukup defensif dengan hanya 8 tembakan.

Squad Jerman hanya butuh waktu sebentar untuk bisa mengungguli Belanda. Di menit ke-9 Der Panzer berhasil menciptakan gol. Selanjutnya, hanya 10 menit kemudian, Squad asuhan Joachim Loew mampu tambah skor lagi atas sepakan Leroy Sane. Babak pertama usai dengan skor 2-0. Di sisi lain, Belanda juga berpikir keras untuk bermain lebih baik di babak kedua.

Benar saja, di babak kedua, De Oranje memberikan perlawanan dan pembalasan sengit. Tak sia-sia, di menit ke 85, mereka berhasil memperkecil ketertinggalan atas tendangan Quincy Promes. Promes melakukan tembakan melengkung dari luar kotak penalti kemudian bersarang di sudut kanan gawang. Di babak kedua ini, Belanda mampu menyamai kedudukan dengan skor imbang 2 – 2 hingga akhir pertandingan.

Hasil pertandingan ini menunjukkan posisi Jerman yang dipastikan tergradasi karena berada di dasar tabel klasemen. Sedangkan Belanda justru naik ke puncak tabel klasemen Grup 1 dengan koleksi 7 poin. De Oranje berhak masuk ke babak final UEFA Nations League. Di laga nanti, ada kemungkinan De Oranje akan kerahkan segala kemampuannya.

Keberhasilan De Oranje

Banyak orang terkejut atas keberhasilan De Oranje yang mampu menyeimbangkan skor dengan Jerman. Menurut De Jong, dia berpendapat jika De Oranje, selama dua tahun terakhir ini prestasinya cukup mengecewakan. Bahkan, tahun 2016 mereka tak bisa lolos ke EURO. Mereka juga gagal masuk ke Piala Dunia 2018.

Sebaliknya, timnas Jerman mampu lolos di dua ajang tersebut. Tapi, saat ini De Oranje dengan sangat meyakinkan mampu bersandar di peringkat pertama setelah menahan imbang serangan Jerman di Veltins Arena. Namun, kesuksesan mereka ini didapat dengan cara yang tidak mudah. De Oranje baru mampu menciptakan gol ke dua pada 5 menit terakhir sebelum laga usai. Tentu, hasil ini membawa timnya lolos ke semifinal UEFA Nations League.

Ronald Koeman,pelatih Timnas Belanda, mengatakan De Oranje bermain belum maksimal, akan tetapi para pemainnya menunjukkan karakter kuat dalam bermain. Ini terbukti dari kinerja timnya yang dapat menahan Jerman imbang. Menurut Ronald, pada pertandingan ini, skuadnya baru saja melakukan dua pertandingan berat dengan tenggat waktu cukup pendek. Pasalnya,pasukan Jerman ini adalah tim yang bagus.

De Oranje mampu tunjukkan kekuatannya saat berhadapan dengan tim sekaliber Jerman.Beruntungnya, atas kemenangan tersebut, Belanda meraih poin yang sama dengan Prancis. Hanya saja, Belanda berada pada peringkat pertama atas produktivitas gol yang diberikan. Tentu saja, ini adalah kabar yang menggembirakan bagi semua pihak yang mendukung Belanda.

Meskipun pada Babak pertama Belanda sempat tertinggal 2 skor dari Jerman, kegigihan dan kerja keras De Oranje mampu menyeimbangkan skor, meskipun gol kedua dari Belanda dicapai saat detik-detik terakhir. Belanda dipastikan masuk ke babak final dan menempati posisi pertama pada klasemen dengan perolehan 7 poin.

Penalti Kontroversial Bawa Madrid Lolos ke Semifinal Champions

Mengulang pertandingan final musim lalu, Real Madrid kembali dipertemukan dengan Juventus di babak perempatfinal Liga Champions 2018. Menang di leg pertama dengan skor meyakinkan 3-0, Madrid seharusnya diprediksi mudah melenggang ke semifinal karena bertanding di Santiago Bernabeu. Namun apa yang tersaji hari Kamis (12/4) dini hari justru bak berjalan di ujung tanduk bagi Madrid.

 

Tampil di hadapan pendukungnya, Madrid langsung dikejutkan lewat gol Mario Mandzukic di menit kedua. Tak berhenti di situ, Juventus kembali mengancam lewat tembakan jarak dekat Gonzalo Higuain di menit kedelapan yang berhasil dimentahkan kiper Keylor Navas. Enggan jadi pecundang, Los Blancos pun balik mengancam mulai menit ke-11 saat Gareth Bale berhadapan dengan Gianluigi Buffon. Tiga menit berselang giliran sang megabintang Cristiano Ronaldo yang digagalkan Buffon. Berturut-turut Isco dan Khedira mencoba mengancam gawang Juventus yang tetap gagal.

 

Petaka togel hongkong muncul di menit ke-37 saat Manzukic menyarangkan gol kedua di gawang Madrid. Kalah 0-2 membuat pelatih Zinedine Zidane menarik keluar Casemiro dan Bale di awal babak kedua yang digantikan oleh Lucas Vazquez dan Marco Asensio. Ronaldo kembali mengancam di menit ke-58 yang masih tak sukses. Hingga akhirnya publik Santiago Bernabeu mendadak senyap saat Blaise Matuidi mencetak gol di menit ke-61 dan membuat agregat kedua tim seri 3-3.

 

Jelang injury time, drama pun dimulai saat wasit Michael Oliver memberikan penalti ke Madrid setelah Medhi Benatia dianggap melanggar Vazquez. Buffon memprotes keras hal itu yang membuatnya diganjar kartu merah, ditariknya Higuain dan masuknya kiper pengganti Wojciech Szczesny untuk menghadang penalti. Namun malang bagi Szczesny, dia harus berhadapan dengan Ronaldo. Ya, Ronaldo adalah aktor sekaligus pahlawan malam itu yang menyelamatkan Madrid dan membuat mereka lolos ke semifinal.

 

Dapat Kartu Merah, Gianluigi Buffon Murka

 

Rasa tak terima jelas dialami punggawa Juventus. The Old Lady mampu menaklukkan Madrid dengan skor 3-1 tapi justru tersingkir dari Liga Champions karena kalah agregat. Namun dari seluruh pemain Juve, tentu Buffon adalah sosok yang paling murka. Memprotes keras keputusan wasit Oliver malah membuat kiper senior itu dihadiahi kartu merah. Kepada Sky Sport Italia, pria yang juga menelan kepedihan usai gagal mengantarkan Italia ke Piala Dunia Rusia 2018 inipun angkat bicara.

 

“Saya tak akan menerima bahwa seorang wasit memimpin pertandingan seperti ini yang melibatkan dua tim top dan tidak memiliki karakter, keberanian atau kemampuan membuat keputusan tenang. Wasit jelas tidak siap. Kubilang, ‘Jika anda melakukan itu, anda adalah seekor binatang dan hatimu penuh sampah’.Saya senang kami pergi dengan kepala tegak dan meraih kembali kebanggaan untuk sepakbola Italia,” papar kiper berusia 40 tahun itu.

 

Presiden Juventus Sindir UEFA

 

Ganjaran kartu merah pada Buffon memang menorehkan luka mendalam bagi Juve. Bahkan sang Presiden, Andrea Agnelli menilai kalau UEFA tak punya wasit yang bagus. Menurut Agnelli, wasit-wasit UEFA sudah memusnahkan klub-klub Italia di kompetisi Eropa. Kekecewaan Agnelli ini memang muncul setelah sang Capolista Serie A itu pulang dengan dada sesak karena kemenangan 3-1 mereka sia-sia.

 

Juve sendiri masih ngotot menilai kala Benatia tidak melakukan pelanggaran. “Bukan hanya Juve. Roma harusnya dapat penalti saat melawan Barcelona. Milan juga terlempar dari Liga Eropa oleh Arsenal. Kalau memang UEFA tak cukup punya wasit bagus, kami bisa menawarkan pertolongan untuk melatih mereka,” sindir Agnelli.