Masalah TKI Belum Selesai

Masalah TKI khususnya di negara tetangga memang masih menjadi momok dan permasalahan bagi bangsa ini. Berita terbaru datang dari Singapura yang menyelamatkan TKI Ilegal. PCG (Polisi Penjaga Pantai) dan juga Angkatan Laut Singapura berhasil menyelamatkan 4 orang WNI (Warga Negara Indonesia) yang terjun ke laut yang ada di dekat Pedra Branca, sebuah pulau yang ada di pulau tunggul batu yang letaknya di Selat Singapura dan Laut Cina Selatan. Di Malaysia, pulau ini disebut Batu Puteh.

Singapura Selamatkan TKI Ilegal

Menurut kabar yang dilansir dari CNN Indonesia, keempat orang WNI tersebut terjun ke laut setelah mesin kapalnya mati pada hari Kamis (19/4) pagi.

“Otoritas Pelabuhan Maritim Singapura (MPA) menerima laporan tentang insiden Prediksi Bola itu pada jam 2.35 dini hari,” berita tertulis di sana. “Kapal berasal sekitar 0,7 mil laut sebelah timur Pendra Branca, dalam wilayah perairan Singapura,” ucap MPA dalam pernyataannya.

Keempat orang itu diyakini sebagai bagian dari total 108 orang imigran ilegal yang bakal pulang ke Indonesia dari Negeri Jiran. Dari jumlah itu, 22 di antaranya wanita (2 tengah hamil) dan ada 4 orang anak-anak. Sementara ada 103 orang yang selamat.

Sebanyak kurang lebih 107 orang penumpang berhasil dipindahkan ke kapal Patroli Maritim Indonesia dan akhirnya dikirim kembali ke Batam.

Ng Eng Hen, Menteri Pertahanan, lewat laman Facebook miliknya mengatakan bahwa kapal itu mengalami mati mesin dan pada saat itu hanyut di sekitar perairan Pedra Branca. “Ada banyak orang yang ada di kapal,” ungkapnya.

“Beberapa orang tampak melompat keluar kapal dan akhirnya berenang menjauh,” imbuhnya lagi.

Polisi Riau merilis foto penumpang-penumpang yang dipindahkan ke kapal. Kepala Polisi Barelang, Hengki, menyatakan bahwa kapal sbobet berasal dari Negeri Jiran dan akhirnya kehabisan bahan bakar.

Sebagian besar penumpang adalah pekerja migran yang mana memiliki paspor yang sudah kadaluarsa. Mereka semua membayar penyelundup-penyelundup sebesar 1.500 ringgit Malaysia atau setara denga Rp. 5,3 juta untuk melintasi perbatasan tersebut secara ilegal.

Masalah TKI yang Lainnya

Masalah TKI yang ada juga terjadi sebelumnya. Seperti yang terjadi pada awal bulan Maret lalu, seorang pekerja rumah tangga atau PRT asal Indonesia harus menerima vonis selama 8 bulan penjara karena ia diduga menganiaya majikannya yang menderita penyakit Alzheimer ringan. Majikannya itu seorang asal Singapura.

TKI tersebut bernama Yesana Elizabeth Doliab, ia disebut memukul majikannya yang bernama Mary Tan yang berusia 89 tahun. Bahkan ia diduga memukulnya beberapa kali. Perempuan yang berusia 30 tahun tersebut disebut pernah menusuk mata kiri majikannya itu menggunakan jarinya dan juga mencubit tubuh nenek itu antara Agustus dan juga September tahun lalu.

Wakil Jaksa, Derek Ee mengatakan ketika kejadian, Yesana dilaporkan baru saja bekerja satu bulan di apartemen keluarga Mary Tan yang terletak di Distrik Sengkang. Ia juga ditugasi merawat Mary Tan yang memiliki penyakit Alzheimer ringan. Tugasnya misalnya memberi makan dan memandikan Mary Tan.

Menurut pengadilan, penganiayaan diawali saat Yesana akan memindahkan Mary Tan dari kursi rodanya ke tempat tidurnya kira-kira jam 10 malam waktu setempat. Ketika digendong, Mary Tan disebut menjambak rambut Yesana dan ia akhirnya membalasnya dengan memukul mata kiri perempuan lansia tersebut.

Masalah TKI ini masih saja terjadi di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.