Review A Man Called Ahok

Siapa yang sudah tidak sabar menyaksikan salah satu film yang fenomenal karena bercerita tentang mantan Gubernur DKI Jakarta yang fenomenal juga, BTP (Basuki Tjahaja Purnama) atau yang kerap disapa Ahok? Jika digambarkan, pepatah yang menyebutkan bahwa ‘Air Cucuran Atap Jatuhnya ke Pelimbahan Juga’ tampak amat cocok dengan penggambaran film tersebut.

Tak Ceritakan Politik

Sepanjang durasi 102 menit, film A Man Called Ahok ini mengisahkan peran yang istimewa bertema keluarga, khususnya sang ayah dalam film ini. juga untuk membentuk karakter pria bernama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ini, film ini patut disaksikan.

Sosok mantan gubernur DKI Jakarta ini memang mempunyai pesona yang sangat kuat di masyarakat Indonesia, apalagi Jakarta. Hampir seluruh masyarakat di penjuru Indonesia pastinya tahu bagaimana sepak terjang Ahok, atau minimal pernah mendengar tentang nama ini. selain karena film ini berasal dari ras minoritas yang sering menjadi sorotan dalam semesta politik Indonesia, Ahok juga kerap kali tampil blak-blakan dan juga sarat dengan keputusan-keputusan togel sydney yang sangat kontroversional.

Akan tetapi, jangan anda berharap menyaksikan sebuah tontonan politik dalam film A Man Called Ahok ini.

Ketimbang fokus pada kisah politik Ahok yang ‘panas’, film ini malahan lebih berfokus pada masa kecil Ahok dan juga keluarganya yang ada di Belitung Timur. Film dengan genre drama keluarga tersebut bakal memusatkan ceritanya pada dua karakter yang spesial yaitu Ahok sendiri serta ayahnya yaitu Kim Nam.

Genre: Drama Keluarga

Kalau kita berbicara tentang garis besarnya dari film ini, bisa dikatakan A Man Called Ahok ini bercerita tentang cara didik dari Kim Nam pada Ahok dan juga adik-adiknya. Ia juga merupakan seorang pengusaja timah yang tinggal di Belitung Timur yang bisa dikatakan cukup terpandang, akan tetapi hal ini tidak membuat dirinya lantas ‘lembek’ pada anak-anaknya.

Tidak Cuma dikenal sebagai ‘tauke’ atau bos besar, Kim Nam juga dikenal sebagai pengusaha yang dermawan yang sering membantu masyarakat yang ada di sekitar. Kebaikan ini lah yang selalu ingin ditanamkan oleh Kim Nam pada semua anaknya.

Apa yang akan memancing emosi anda di film ini? bukan lah lika-liku politik, namun cara mendidik Kim Nam malahan. Emosi ‘gado-gado’ penonton hadir di sana, mulai dari gelak tawa, rasa sedih, bahagia, frustasi sampai dengan haru akan muncul langsung. Hal ini dikarenakan penonton disuguhi bagaimana terciptanya hubungan benci namun cinta antara Ahok dan Kim Nam.

Karena menyoroti tokoh yang berasal dari keturunan Tionghoa, maka budaya Tionghoa pun dieksekusi juga dalam A Man Called Ahok ini. namun eksekusinya tak berlebihan yang ujung-ujungnya akan jatuh pada stereotype. Penggunaan Bahasa Khek yang tak dibuat-buat dan pemunculan budaya yang khas sekali Tionghoanya seperti misalnya tingginya harga diri dan juga gaya bicara yang blak-blakan jadi nilai plus untuk film yang digarap oleh Putrama Tuta tersebut.

Film ini sangat apik dalam hal memanfaatkan momen magis antara anak dan orangtua. Ada banyak sekali dialog yang mengharukan yang dibangun oleh anak dan orang tua untuk menunjukkan arti dari kasih sayang yang tak selalu dalam bentuk ‘manisan’. Akan tetapi sayangnya petuah dan juga kata-kata bijaksana lebih banyak disampaikan lisan namun penggambaran adegannya belum cukup.

Jika diibaratkan, tempo awal A Man Called Ahok ini sedang, tapi setelah karakter Ayah meninggal, temonya langsung terasa lompat dan cepat sekali berlalu. Penasaran dengan film ini?

 

Fakta menarik film Kulari Ke Pantai

Melalui film Kulari Ke Pantai, duet sutradara handal Riri Riza dan Mira Lesmana kembali diwujudkan. Film bergenre keluarga ini membuat industry film anak-anak kembali menggeliat setelah selama beberapa tahun produksi film anak tergolong sepi. Menurut sutradara yang juga istri actor Mathias Muchus ini film anak-anak mempunyai kontribusi bagi perkembangan mereka asalkan dibuat sesuai dari segi usia dan psikologisnya. Inilah sebabnya bagi Mira produksi film anak-anak sesungguhnya sangat penting.

 

Fakta seru film Kulari ke Pantai

Bagi Anda yang ingin mengajak keluarga untuk menonton film di bioskop, Kulari ke Pantai bisa menjadi rekomendasi terbaik. Tapi sebelumnya, ketahui terlebih dahulu berbagai fakta menarik tentang film ini.

 

Synopsis singkat

Film Raja Poker ini mengangkat kisah tentang Sam (Maisha Kanna), anak perempuan dari Rote NTT yang berniat untuk bepergian lewat jalur darat bersama ibunya (Marsha Timothy) dari ibukota menuju Banyuwangi. Sayangnya, sepupunya yang tak akur dengan Sam, Happy (Lil’li Latisha) diminta oleh sang ibu (Karina Suwandi) untuk ikut. Tante Sam ini ingin agar kedua saudara sepupu itu bisa rukun, walaupun Happy kerap menyulut keributan karena kerap merendahkan Sam.

 

Proses syuting hanya sebulan

Proses syuting ini berhasil diselesaikan setelah berkutat dengan pengambilan gambar selama 34 hari. Tanggal 24 April lalu adalah hari terakhir syuting film Kulari ke Pantai.

 

Lokasi

Faktanya film ini melakukan pengambilan gambar di beberapa tempat di Pulau Jawa, NTT, serta Pulau Rote. Untuk pengambilan gambar di Pulau Jawa, kru dan pemain harus syuting di 20 titik lokasi dengan total jarak mencapai 1.025 km mulai dari Jakarta hingga kota Banyuwangi. Dengan 120 orang tim dan pemain, 30 mobil dibutuhkan untuk mengangkut seluruh rombongan tersebut.

 

Dua artis cilik pendatang baru

Pada film Kulari ke Pantai Mira menggandeng dua pemain cilik pendatang baru, yaitu Maisha Kanna dan Lil’li Latisha. Meskipun baru dalam  dunia acting, tampaknya keduanya tak mengalami kesulitan berarti saat harus beraksi di depan kamera.

 

Promosi unik

Miles Films, rumah produksi milik Mira Lesmana mempromosikan film Kulari ke Pantai dengan cara yang tak biasa. Sejak awal Januari 2018 lalu, Miles Films melalui akun media sosialnya membagikan foto yang disertai berbagai emoji. Foto tersebut merupakan kuis yang harus dijawab oleh para follower yaitu tentang judul film yang segera dirilis. Walaupun cukup memeras otak, ternyata beberapa fans tetap turut berpartisipasi pada kuis tersebut. Jawabannya, ternyata KOLA-RI-KUPON-THAI yang dibaca Kulari ke Pantai.

 

Tema petualangan

Sedikit spoiler bagi Anda sebelum menonton film ini yaitu mengangkat kisah seru petualangan ibu dan anak dari kota megapolitan, Jakarta menuju ujung timur Jawa Timur, yaitu Taman Nasional Alas Purwo di kota Banyuwangi. Sang sutradara dalam mengangkat kultur serta keunikan beragam lokasi di pulau Jawa bertujuan untuk memperluas wawasan anak-anak Indonesia akan tanah airnya sendiri. Tak hanya pada film Kulari ke Pantai.

Tak hanya pada film keluarga terbaru ini, Riri dan Mira pada berbagai film garapan mereka yang bertema anak kerap mengangkat kebudayaan dan karakter latar film. Pada film Petualangan Sherina, contohnya, kawasan hutan lebat di Lembang serta wilayah perkebunan menjadi latar film tersebut. Berikutnya, kawasan pantai yang indah di Bangka Belitung yang menjadi lokasi pengambilan gambar film Laskar Pelangi.

 

Ada Arie Kriting

Genre komedi menjadi pilihan agar film Kulari ke Pantai dapat dinikmati oleh semua kalangan. Untuk membantu mewujudkannya, stand up comedian asal Papua, Arie Kriting didapuk untuk turut serta walaupun belum dikonfirmasi peran yang akan dimainkannya di sini.