Ancaman Terorisme, Panitia Asian Games 2018 Rapatkan Barisan

Jelang event olahraga terbesar di Asia yakni Asian Games 2018 digelar pada Agustus-September nanti di Jakarta dan Palembang, Indonesia memang punya PR yang sangat berat. Apalagi dalam satu pekan terakhir, sedikitnya lima aksi teror terjadi. Yang pertama dan sangat mengejutkan adalah serangan prediksi bola napi teroris di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok – Jawa Barat pada Selasa (8/5) malam. Sedikitnya lima orang anggota Densus 88 tewas secara sadis karena jadi sandera ratusan napiter.

 

Tak berselang setelah itu, hari Kamis (10/5) malam seorang anggota Brimob yakni Bripka Marhum Prencje tewas ditusuk pria mencurigakan di depan RS Brimob Kelapa Dua, Depok. Lalu pada Sabtu (12/5) malam, dua orang perempuan bercadar ditangkap d sekitar Mako Brimob Depok yang hendak melakukan penusukan. Dan hari Minggu (13/5) pagi, tiga gereja di Surabaya jadi sasaran bom bunuh diri yang menewaskan 15 orang dengan enam di antaranya pelaku yang satu keluarga. Beberapa jam usai bom gereja, di sebuah rusunawa Sidoarjo juga terjadi ledakan bom pada malam hari. Dilaporkan tiga orang tewas adalah terduga teroris karena bom yang mereka rancang sendiri di rumah.

 

Menpora Imam Nahrawi kepada detiksport mengungkapkan rasa prihatinnya dan menegaskan kalau seluruh panitia Asian Games 2018 atau INASGOC pun merapatkan barisan untuk menghadapi terorisme. Seperti saat berkomentar soal kerusuhan Mako Brimob, Nahrawi kembali menegaskan kalau aksi teror tak akan mempengaruhi Asian Games 2018.

 

Erick Thohir selaku Ketua INASGOC membeberkan kalau panitia Asian Games juga melakukan perlindungan atas ancaman siber atau fisik. Untuk siber pihak panitia membangun cyber protection dan untuk keamanan fisik, INASGOC bekerja sama dengan TNI-Polri demi mengantisipasi teror. “Nantinya bus-bus yang membawa tamu atau atlet akan didampingi pengamanan dan diiringi perlindungan kepolisian juga. Para penonton juga akan didata ketat karena untuk membeli tiket harus menulis lokasi tinggal hingga nomor telepon.”

 

Ada 3 Persoalan Asian Games 2018

 

Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla justru menyebut kalau ada tiga masalah utama yang harus diselesaikan INASGOC. Pertama adalah fasilitas velodrome untuk kegiatan di Jakarta yang harus selesai pada Juni ini. Sementara untuk dua hal lainnya, JK menyinggung mengenai penyelenggaraan yang harus aman terkendali dan lancar hingga prestasi atlet. Karena memang sebagai tuan rumah, Indonesia mematok target masuk 10 besar.

 

Target itu dirasa cukup berat karena dalam Asian Games 2014 di Korea Selatan, Indonesia cuma mampu bertengger di posisi ke-17. Skuad Merah Putih bahkan cukup muram karena kalah dari tiga negara Asia Tenggara lainnya yakni Thailand, Malaysia dan Singapura. Sementara itu mengenai persoalan keamanan, JK cukup yakin dengan janji TNI-Polri yang akan mempersiapkan 100 ribu pasukan hingga lima kali lipatnya.

 

Asian Games 2018 Kurang Dari 100 Hari Lagi

Tepat hari Minggu (13/5) kemarin, INASGOC menggelar Parade Menuju 100 Hari Asian Games 2018. Dilangsungkan di pintu Silang Barat Daya Monas, Jakarta Pusat, parade itu dimulai pada pukul 06.45 WIB dan dibuka langsung oleh Wapres JK. Sedikitnya 4.000 peserta dari berbagai instansi ikut ambil bagian dalam parade yang dilakukan demi mensukseskan dan meningkatkan antusias atas Asian Games 2018. JK berpendapat bahwa Asian Games 2018 ini enam kali lipat lebih besar dari Asian Games 1962 yang juga berlangsung di Jakarta.