Lima Wakil Indonesia Melenggang ke Semifinal India Open 2019

Deskripsi singkat: Lima wakil Indonesia yang bisa melenggang ke semifinal India Open 2019 harus melewati lawan-lawan yang berat.

Lima Wakil Indonesia Melenggang ke Semifinal India Open 2019

Kabar baik datang dari bulutangkis Indonesia di mana lima pasangan ganda Indonesia dikabarkan berhasil melenggang ke babak semifinal kejuaraan bulu tangkis India Open 2019. Hal ini bisa diraih oleh Indonesia karena kerja keras dari para pemain di Jadhav, New Delhi, pada hari Jumat (29/3) kemarin.

Lima Wakil Melenggang ke Semifinal

Hampir seluruh wakil Indonesia yang bertanding di babak perempat final berhasil melanjutkan kiprah turnamennya di bulu tangkis kelas BWF Super 500.

Misalnya saja pasangan ganda putri, Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah yang jadi wakil pertama Merah Putih yang berhasil memenangi laga perempat final. Pasangan ganda putri ini sukses menyingkirkan unggulan keempat yang berasal dari Malaysia yaitu Vivian Hoo/Yap Cheng Wen dengan angka 16-21, 21-14, dan 21-12 dalam pertandingan yang bisa mereka selesaikan selama 57 menit.

Bukan hanya mereka, ganda putri pelatnas PBSI yang lainnya, yakni Greysia Plii/Apriyani Rahayu juga berhasil mengikuti langkah Della/Tania. Mereka menjadi pasangan unggulan pertama yang membutuhkan waktu 37 menit saja untuk menyudahi perlawanannya kepada pasangan yang menjadi tuan rumah yaitu Ashwini Ponnappa/Reddy N Sikki. Mereka bisa mengalahkannya dengan angka 21-10, dan 21-18.

Di babak semifinal; yang mana berlangsung hari ini, Sabtu (20/3), kedua wakil Cipayung tersebut bakal bertemu sehingga satu tiket final sudah pasti akan menjadi milik Indonesia.

Setelah dua ganda putri yang sudah disebutkan di atas, ganda campuran juga berhasil meraih prestasi. Mereka adalah Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang bisa menuntaskan laga bandar togel online dengan hasil yang sangat positif. Pasangan baru tersebut berhasil menundukkan ganda Rusia yakni Rodion Alimov/Alina Davletova dengan skor 19-21, 22-20 dan 21-13 dalam waktu 50 menit.

Praveen/Melati pasalnya akan bertemu dengan ganda Taiwan Lee Yang/Yang Ching Tun di babak semifinal mendatang.

Satu-satunya ganda putra Indonesia yang masih bertahan yaitu Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama pun berhasil juga meraih satu buah tiket ke babak semifinal. Mereka berhasil mengalahkan unggulan ketujuh asal Malaysia yakni Mohamad Arif Ab Latif/Nur Mohd Azriyn Ayub A Azriyn dengan skor 21-18, 14-21 dan 21-18.

Selanjutnya nanti di babak semifinal, mereka akan berhadapan langsung dengan pemenang dalam duel sesame ganda India yaitu antara Attri Manu/Reddy B Sumeeth dan juga Pranaav Jerry Chopra/Shivam Sharma.

Wakil yang terakhir yang datang dari Indonesia yang bisa melenggang ke semifinal juga ke fase empat besar adalah Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaj. Mereka bisa mengalahkan sesama pelatnas PBSI, yaitu Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow dengan skor 21-17 dan 21-14.

Untuk bisa mengamankan tiket final, maka Hafiz/Gloria bakal berhadapan dengan unggulan pertama yang berasal dari Cina, Yilyu/Huang Dongping. Bukan pekerjaan yang mudah bagi pemain bulutangkis Indonesia berhadapan dengan pemain asal Cina karena di pertandingan-pertandingan sebelumnya, pemain Indonesia harus mengeluarkan usaha ekstranya untuk menaklukkan pemain-pemain Cina.

Namun ada 5 wakil Indonesia di India Open ini sudah termasuk prestasi yang bagus dari total 20 pemain yang bakal tampil di 5 nomor semifinal. Jumlah ini pasalnya yang terbanyak dibandingkan dengan wakil-wakil Negara yang lainnya.

Ini artinya adalah Indoensia pun berpeluang mendominasi babak final nanginya. Akan tetapi, sebelum sampai ke sana, mereka mesti melewati lawan-lawan yang tidak mudah ditaklukkan tersebut. Misalnya saja ganda campuran yang sudah disebutkan di atas, mereka termasuk dalam rangking big three dunia.

Ketegangan di Laut Natuna, Kapan TNI AL ditabrak Kapal Vietnam

Deskripsi singkat: Ketegangan dan insiden terjadi di Laut Natuna di mana kapal Vietnam menabrak kapal TNI AL.

Ketegangan di Laut Natuna, Kapan TNI AL ditabrak Kapal Vietnam

Beredar di media sosial sebuah video yang menunjukkan insiden antara kapal dengan bendera Vietnam yang menabrak lambung kapal TNI AL KRI Tjiptadi-381. Markas Besar Komando Armada I TNI AL sudah memberikan pernyataan resminya bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi.

Kapal TNI AL ditabrak Kapal Vietnam

Letnan Kolonel (P) Agung Nugroho selaku Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I TNI AL, hari Senin (29/4) ini mengakui tindakan kapal dengan bendera Vietnam yang menabrakkan kapalnya ke Kapal TNI AL sebagai bentuk provokasi. Dikutip dari CNN Indonesia, Agung menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada hari Sabtu (27/4) jam 14.45 WIB tepatnya di Laut Natuna Utara, yang mana merupakan wilayah ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Indonesia.

“KRI Tjiptadi-381 sedang melaksanakan operasi penegakan hukum pada kapal ikan asing berbendera Vietnam bernomor lambung BD 979,” ungkap Agung. Kapal tersebut terpergok sedang mencuri ikan di perairan togel terpercaya Natuna itu. Komandan KRI Tjiptadi, lalu menangkap kapal yang berbendera Vietnam tersebut.

Akan tetapi, ternyata kapal tersebut dikawal kapal Pengawas Perikanan Vietnam. Tidak hanya itu, kapal pengawal itu juga berusaha menghalangi personel TNI AL di KRI Tjiptadi-381. Yang lebih parah adalah kapal tersebut malah memprovokasi sampai menabrakkan badan kapalnya ke kapal KRI Tjiptadi-381.

Agung juga menyatakan bahwa lokasi kejadian tersebut berada di wilayah ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) nasional sehingga tindakan penangkapan kapal ikan illegal yang dilakukan oleh KRI Tjiptadi-381 tersebut sudah benar dan juga sudah sesuai dengan prosedur. Tapi di sisi lainnya, pihak Vietnam pun mengklaim bahwa wilayah tersebut adalah Kawasan perairannya.

Terjadi Ketegangan

Tidak Cuma menabrak KRI Tjiptadi-381 saja, kapal pengawas Vietnam tersebut juga dengan sengaja menabrak kapal illegal dengan nomor lambung BD 979 yang tengah ditunda KRI Tjiptadi-381. Sebagai akibatnya, kapal ikan illegal milik Vietnam itu akhirnya bocor dan tenggelam. Menurut Agung sendiri, tindakan KRI Tjiptadi-381 menahan diri serta tidak mudah terpancing provokasi Vietnam merupakan tindakan yang sudah sangat tepat.

Untuk meminimalisir ketegangan yang terjadi atau insiden yang mungkin bisa lebih buruk lagi di antara kedua negara, maka kejadian ini atau insiden ini bakal diselesaikan secara resmi melalui jalur diplomatic antara pemerintah Indonesia dan juga pemerintah Vietnam.

Sedangkan ABK (Anak Buah Kapal) kapal ikan illegal Vietnam yang jumlahnya ada 12 orang saat ini akan diserahkan ke Pangkalan TNI AL Ranai untuk proses hukum berikutnya, demikian kata Agung dikutip dari CNN Indonesia.

Kapal TNI AL Tak Lepaskan Tembakan: Mengapa?

TNI AL juga memberikan penjelasan resminya soal kejadian sebenarnya dan juga mengungkapkan alasan pihaknya tak melepaskan tembakan. Di dalam video yang beredar di media sosial, terlihat juga para personel TNI yang membawa senjata dan mencoba memperingatkan kapal Vietnam itu untuk tak mendekat. Namun awak kapal itu tak mengindahkan peringatkan itu dan sengaja menabrak lambung kapal KRI Tjiptadi-381.

Beberapa petugas juga terlihat berusaha menyerang kapal dan memintanya mundur. Terdengar pula umpatan dari awal kapal yang disinyalir kesal dengan tindakan kapal Vietnam itu. Dari penjelasan resminya, anggota TNI AL tak melepaskan tembakan guna meminimalisir aadnya insiden yang lebih buruk dan ketegangan yang lebih buruk lagi antar kedua negara.

Dengan tidak terprovokasi saja para anggota TNI AL yang tengah bertugas sudah mendapatkan apresiasi karena sudah sesuai prosedur.