Ketegangan di Laut Natuna, Kapan TNI AL ditabrak Kapal Vietnam

Deskripsi singkat: Ketegangan dan insiden terjadi di Laut Natuna di mana kapal Vietnam menabrak kapal TNI AL.

Ketegangan di Laut Natuna, Kapan TNI AL ditabrak Kapal Vietnam

Beredar di media sosial sebuah video yang menunjukkan insiden antara kapal dengan bendera Vietnam yang menabrak lambung kapal TNI AL KRI Tjiptadi-381. Markas Besar Komando Armada I TNI AL sudah memberikan pernyataan resminya bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi.

Kapal TNI AL ditabrak Kapal Vietnam

Letnan Kolonel (P) Agung Nugroho selaku Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I TNI AL, hari Senin (29/4) ini mengakui tindakan kapal dengan bendera Vietnam yang menabrakkan kapalnya ke Kapal TNI AL sebagai bentuk provokasi. Dikutip dari CNN Indonesia, Agung menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada hari Sabtu (27/4) jam 14.45 WIB tepatnya di Laut Natuna Utara, yang mana merupakan wilayah ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Indonesia.

“KRI Tjiptadi-381 sedang melaksanakan operasi penegakan hukum pada kapal ikan asing berbendera Vietnam bernomor lambung BD 979,” ungkap Agung. Kapal tersebut terpergok sedang mencuri ikan di perairan togel terpercaya Natuna itu. Komandan KRI Tjiptadi, lalu menangkap kapal yang berbendera Vietnam tersebut.

Akan tetapi, ternyata kapal tersebut dikawal kapal Pengawas Perikanan Vietnam. Tidak hanya itu, kapal pengawal itu juga berusaha menghalangi personel TNI AL di KRI Tjiptadi-381. Yang lebih parah adalah kapal tersebut malah memprovokasi sampai menabrakkan badan kapalnya ke kapal KRI Tjiptadi-381.

Agung juga menyatakan bahwa lokasi kejadian tersebut berada di wilayah ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) nasional sehingga tindakan penangkapan kapal ikan illegal yang dilakukan oleh KRI Tjiptadi-381 tersebut sudah benar dan juga sudah sesuai dengan prosedur. Tapi di sisi lainnya, pihak Vietnam pun mengklaim bahwa wilayah tersebut adalah Kawasan perairannya.

Terjadi Ketegangan

Tidak Cuma menabrak KRI Tjiptadi-381 saja, kapal pengawas Vietnam tersebut juga dengan sengaja menabrak kapal illegal dengan nomor lambung BD 979 yang tengah ditunda KRI Tjiptadi-381. Sebagai akibatnya, kapal ikan illegal milik Vietnam itu akhirnya bocor dan tenggelam. Menurut Agung sendiri, tindakan KRI Tjiptadi-381 menahan diri serta tidak mudah terpancing provokasi Vietnam merupakan tindakan yang sudah sangat tepat.

Untuk meminimalisir ketegangan yang terjadi atau insiden yang mungkin bisa lebih buruk lagi di antara kedua negara, maka kejadian ini atau insiden ini bakal diselesaikan secara resmi melalui jalur diplomatic antara pemerintah Indonesia dan juga pemerintah Vietnam.

Sedangkan ABK (Anak Buah Kapal) kapal ikan illegal Vietnam yang jumlahnya ada 12 orang saat ini akan diserahkan ke Pangkalan TNI AL Ranai untuk proses hukum berikutnya, demikian kata Agung dikutip dari CNN Indonesia.

Kapal TNI AL Tak Lepaskan Tembakan: Mengapa?

TNI AL juga memberikan penjelasan resminya soal kejadian sebenarnya dan juga mengungkapkan alasan pihaknya tak melepaskan tembakan. Di dalam video yang beredar di media sosial, terlihat juga para personel TNI yang membawa senjata dan mencoba memperingatkan kapal Vietnam itu untuk tak mendekat. Namun awak kapal itu tak mengindahkan peringatkan itu dan sengaja menabrak lambung kapal KRI Tjiptadi-381.

Beberapa petugas juga terlihat berusaha menyerang kapal dan memintanya mundur. Terdengar pula umpatan dari awal kapal yang disinyalir kesal dengan tindakan kapal Vietnam itu. Dari penjelasan resminya, anggota TNI AL tak melepaskan tembakan guna meminimalisir aadnya insiden yang lebih buruk dan ketegangan yang lebih buruk lagi antar kedua negara.

Dengan tidak terprovokasi saja para anggota TNI AL yang tengah bertugas sudah mendapatkan apresiasi karena sudah sesuai prosedur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *