Kemenangan Tipis Pada Laga Terakhir Timnas Garuda Muda

Timnas garuda muda Indonesia u-23 sudah dipastikan tidak dapat melanjutkan babak kualifikasi Piala AFC u-23. pertandingan sebelumnya melawan Thailand mendapatkan hasil tragis 0 – 4 dan juga kalah tipis di menit-menit terakhir 0 – 1 melawan Vietnam. Kehilangan poin kemenangan 2 buah pertandingan kecilnya tidak menjadikan laga melawan Brunei pada Selasa, 26 Maret 2016 seakan tidak penting.

 

Jelas saja, Timnas Garuda Muda u-23 akan semakin dianggap remeh apabila hanya bertahan timbang dan buruknya dibuat kalah oleh negara kaya yang kecil dan berada di bagian utara Pulau Kalimantan tersebut.Namun untuk kekalahan dari Thailand dan Vietnam mungkin dapat ditoleransi kan oleh masyarakat Indonesia karena memang peringkat FIFA yang mereka miliki jauh diatas Indonesia. Tapi kemenangan Indonesia di Piala AFF tepatnya Februari lalu, bisa dianggap karena kita sedang beruntung.

 

Permainan Yang Epik Dari Timnas Garuda Muda

Ternyata sebelumnya Brunei telah dilibas habis oleh Vietnam dan Thailand dengan skor kalah 0 – 6 dan 0 – 8. dari sini sudah dapat dilihat bahwa anak-anak dari Indra Sjafri tidak boleh kolongan skor apalagi sampai kalah. Susunan pemain yang diturunkan pertama oleh pelari tersebut terdiri dari Dimas Drajad, Witan Sulaiman, Saddil Ramdani, Hanif Sjahbandi, Gian Zola, Samuel Christianson, Fredian Wahyu, Nurhidayat, Muhammad Riyandi dan Bagas Andi

 

Peluit panjang tanda permainan dimulai terdengar dari mulut wasit. pada babak pertama Indonesia terlihat mendominasi jalannya permainan judi slot online terbaik dan penguasaan bola. Namun ternyata belum ada gol yang dihasilkan oleh kedua tim. Hingga akhirnya pada menit ke-30 Dimas Drajad menerima umpan yang dikirimkan oleh Witan dan dapat diolah menjadi sebuah gol. Kedudukan pun berubah menjadi 1 – 0

 

Permainan pun terus berjalan tanpa adanya perubahan skor dari masing-masing kesebelasan. Kemudian pada menit ke – 30, Andy Setyo masuk untuk menggantikan Samuel. tetapi sangat disayangkan hingga peluit pendek tanda berakhirnya bulan pertama Indonesia juga tidak berhasil menambahkan 1 buah gol padahal sudah memiliki beberapa peluang emas.

 

Saat kedua tim naik dari turun minum, Egy Maulana Vikri masuk menggantikan Gian Zola yang cedera. ternyata kelincahan yang dimiliki Egi tidak dapat menembus pertahanan yang menjadi ciri khas Brunei.tak lama setelah itu Osvaldo Hay masuk untuk menggantikan Hanif. Kemudian pada menit ke-70 kesebelasan merah putih mampu menambah poin di papan skor melalui tendangan jarak jauh dari seorang Rafi Syarahil

 

Permainan pun terus berjalan hingga tepatnya pada menit ke-80 terjadi sebuah drama antar kedua kubu tersebut. Riandi selaku penjaga gawang Indonesia melakukan pelanggaran terhadap penyerang Brunei yang tidak tertangkap perangkap offside. Kemudian Ia pun mendapat hadiah berupa kartu kuning dan juga pinalti bagi Brunei.

 

Kiper Dadakan Indonesia

Pada saat Brunei melakukan eksekusi penalti pertama, tendangan yang dilepas oleh Azim tersebut dapat dengan baik oleh Riyandi. Namun lagi-lagi wasit memberi kartu kuning kedua kepada penjaga gawang merah putih karena sudah bergerak sebelum tendangan penalti. Ini artinya Indonesia sudah tak bisa lagi mendapatkan pemain pengganti karena kiper andalannya mendapat kartu merah. Akhirnya dengan terpaksa Dimas Drajad diutus untuk menjadi penjaga gawang dadakan guna menahan tendangan penalti yang kembali dieksekusi oleh Azim.     Namun ternyata terjadi gol dan merubah papan skor menjadi 2 – 1

 

Kemudian pada injury time tepatnya 90 + 2, Egi menarik salah seorang badan pemain Brunei dan menghasilkan penalti lagi. mengingat Indonesia tidak memiliki kiper sama sekali, akhirnya Dimas Drajad kembali menjaga gawang merah putih. Namun layaknya seorang penjaga gawang sungguhan, ia berhasil menepis tendangan dari Brunei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *