Maisie Williams Tak Sangka Akan Telanjang di GoT

Deskripsi singkat: Maisie Williams yang memerankan Arya Stark di serial Game of Thrones mengaku bahwa ia tak menyangka akan telanjang di sebuah adegan.

Maisie Williams Tak Sangka Akan Telanjang di GoT

Selain demam Avengers: Endgame, demam yang sedang merajalela sekarang adalah demam serial Game of Thrones. Aktris yang berperan di dalamnya yaitu Maisie Williams yang memerankan Arya Stark di dalam serial itu mulanya mengaku adegan telanjangnya di episode A Knight of the Seven Kingdoms yang mana tayang pada tanggal 21 April 2019 ini adalah lelucon semata.

Tak Sangka Akan Telanjang

Dan akhirnya ia memutuskan untuk menemui sendiri David Benioff dan juga Dan Weiss untuk ‘memuji’ keduanya atas lelucon itu. “Saya bilang, ‘Yo, (lelucon yang) bagus.’ Dan mereka bilang, ‘Tidak, kami belum membuat lelucon apapun tahun ini,” ungkap Williams dikutip dari CNN Indonesia.

“Saya jadinya harus membaca ulang naskah dan juga bagian adegan itu, saya berpikir, ‘Oh, kita bakal sungguh melakukan hal ini. Kapan saya akan syuting? Saya harus berolahraga,” kata wanita yang memulai karir GoT nya saat ia masih berumur 11 tahun itu.

Adegan mengejutkan tersebut langsung menjadi topik perbincangan netizen khususnya para penggemar. Bukan saja berciuman, Williams juga sempat memamerkan kulit di dalam adegan yang diambil dengan lawan mainnya, Joe Dampsie. Menurut wanita itu, produser Benioff dan juga Weiss memberikannya kebebasan tentang seberapa jauh ia mau membuka bajunya.

“David dan Dan berkata bahwa saya bisa menunjukan (telanjang) sebanyak ataupun sesedikit yang saya mau, jadi saya menjadi diri cukup privat. Saya rasa tak penting untuk Arya jika harus menunjukkan tubuhnya,” kata aktris 22 tahun tersebut.

Wanita berkebangsaan Inggris ini pun memilih menampilkan punggung dan sedikit bagian samping tubuhnya saat membuka baju dan menggoda Gendry. Ketika pengambilan gambar, ia mengaku semua orang yang ada di lokasi syuting bersikap penuh hormat padanya.

“Tidak seorang pun di sana membuatmu merasa tidak nyama. Tak ada yang melihat sesuatu yang tak seharusnya mereka lihat. Kami terburu-buru untuk menyelesaikan adegan itu dan David berkata, ‘Oke, kamu akan masuk dan melakukan ini-itu dan bagus, lepas bajumu’ lalu ia pergi meninggalkan saya,” paparnya lagi.

Dempsie, yang mengenal Williams sejak ia berumur 10 tahun lalu merasa agak aneh dengan adegan tu. “Rasanya tentu saja sangat amat aneh, di waktu yang sama, sata tidak mau menggurui Maisie, jadi kami ya, hanya bersenang-senang,” katanya.

Maisie Khawatir Tak Puaskan Penonton GoT

Maisie pasalnya melakukan adegan itu demi membuat GoT berhasil dan disukai para penggemarnya. Hal serupa juga ia alami saat ia menanti togel terpercaya harap-harap cemas bagaimana respon para penggemarnya yang saat itu menanti final season dari Game of Thrones itu. Ia mengaku khawatir dengan respons para fans tentang kisah akhir serial fantasi itu. Ia juga takut musim final GoT dan akhir cerita dari perebutan Iron Throne tersebut tidak memberikan kepuasan tersendiri untuk pecinta-pecinta serial itu.

“Tidak ada yang ingin berakhir, kau tahu,” katanya. Walaupun demikian, ia tetap saja membanggakan musim terakhir yang tayang bulan April ini.

“Saya selalu merasa malu untuk mengatakan hal-hal demikian namun benar begitu. Saya benar-benar bangga dengan semua pekerjaan yang sudah kami lakukan. Untuk saya, ini adalah waktu yang tepat. Saya harap orang-orang akan menyukainya,” paparnya.

Seperti pemeran lainnya, pemeran Arya ini juga sedih harus meninggalkan serial yang telah dia geluti selama 8 musim tersebut. Ia mengaku sudah mengucapkan selamat tinggal pada karakter yang dimainkannya itu.

Grace Blessing Ingin Penonton Lebih Hargai Budaya lewat Pariban

Deskripsi singkat: Grace Blessing ingin penonton lebih bisa menghargai keindahan dan budaya Indonesia khususnya Samosir dan budaya Batak.

Grace Blessing Ingin Penonton Lebih Hargai Budaya lewat Pariban

Salah satu pemain film Pariban: Idola dari Tanah Jawa, Grace Blessing. Ia berharap dengan adanya film itu, banyak dampak positif yang bisa diberikan. Salah satunya adalah adanya rasa bisa menghargai budaya dan juga adat istiadat seperti yang digambarkan di dalam film yang digarap oleh Andi Bachtiar Yusuf ini.

Grace Harap Penonton Bisa Hargai Kebudayaan

Seperti yang diketahui sebelumnya, film Pariban ini mengangkat dan juga kebudayaan Sumatera Utara, terutama Pulau Samosir sebagai alur cerita yang mana dialut nuansa drama komedi. Hal tersebut disampaikan Grace, dilansir dari Kompas di Jakarta Pusat pada hari Kamis (9/5) kemarin.

“Harapannya, semoga saja film tentang gimana kita menghargai kampung halaman dan jangan lupa sama asal dan budaya kta, hargai adat istiadat, jangan jadi kacang lupa kulit,” kata Grace. Ia menambahkan bahwa film yang juga diproduksi guna menampilkan keindahan alam Indonesia ini bakal mengupas tuntas lebih dalam keunikan budaya itu di sekuel yang selanjutnya.

“Dan kita mau kenalkan keindahan alam Indonesia, khususnya di Pulau Samosir, ‘coba lah kau tengok Samosir, pasti jatuh cinta,’” katanya lagi. “Nanti kita juga lihat ada Pariban 2 yang lebih dalam bahas tentang adat Batak,” imbuhnya lagi.

Grace juga menambahkan ia turut berterimakasih pada tim togel hongkong dan juga seluruh pemain film Pariban. “Dan gue juga appreciate sama teman-teman yang bukan orang Batak, tapi terus bisa logat Batak belajar Bahasa Batak, dan lo sukses. Film ini kita juga enggak pakai semua tim orang Batak, ini film budaya dan lintas daerah, semoga menikmati,” tuturnya.

Grace bersyukur sekali bisa terlibat dalam film Pariban: Idola dari Tanah Jawa ini. Ia mengaku sangat tertarik dengan proses shooting film yang mana mengangkat latar tempat dan juga kebudayaan Sumatera Utara ini. Saat tim produksi dan juga pemeran lainnya menjalani shootingnya di Pulau Samosir, Grace juga ikut berangkat ke sana walaupun ia tidak mendapatkan adegan untuk perannya di sana.

“Enggak sempat shooting di Pulau Samosir Cuma sempat main-main dan ikut datang ke Samosir meski lagi enggak ada scene di sana,” ucapnya lagi.

Ia mengaku merindukan kampung halamannya. Ia merasa iri pada pemain-pemain lainnya yang dapat kesempatan shooting di Samosir. “Karena itu kan kampung halaman, ya kangen juga pengin ke sana. Makanya bela-belain ikut dating walau nggak ada scenenya.”

“Saya malah iri dengan Ganindra Bimo dan Rizky Mocil yang dapet scene full di Samosir padahal bukan orang Batak, hahaha,” ungkapnya lagi. Sehingga, saat ada kesempatan ke Samosir, ia langsung tak berpikir 2 kali untuk pergi ke sana.

Tentang Film Pariban

Film Pariban ini bercerita tentang Moan (Ganindra Bimo), seorang pemuda Batak yang telah lama tinggal di Jakarta. Walaupun usianya telah menginjak 37 tahun, ia belum kunjung punya pacar. Situasi ini lantas membuat ibunya yang bermukim di Jakarta pusing sekali dan mesti turun tangan langsung. Kemudian, ia memaksa Moan untuk mudik dan kemudian menikah dengan Paribannya bernama Uli (Atiqah Hasiholan).

Pariban: Idola dari Tanah Jawa dibintangi tak hanya oleh Ganindra Bimo dan Atiqa Hasiholan serta Grace Blessing saja, namun juga Day Wijanto, Bang Tigor, Rizky Mocil, Mak Gondut, Imelda Budiman, dan masih banyak lagi. Film ini telah tayang sejak tanggal 9 Mei 2019 kemarin.

Lima Wakil Indonesia Melenggang ke Semifinal India Open 2019

Deskripsi singkat: Lima wakil Indonesia yang bisa melenggang ke semifinal India Open 2019 harus melewati lawan-lawan yang berat.

Lima Wakil Indonesia Melenggang ke Semifinal India Open 2019

Kabar baik datang dari bulutangkis Indonesia di mana lima pasangan ganda Indonesia dikabarkan berhasil melenggang ke babak semifinal kejuaraan bulu tangkis India Open 2019. Hal ini bisa diraih oleh Indonesia karena kerja keras dari para pemain di Jadhav, New Delhi, pada hari Jumat (29/3) kemarin.

Lima Wakil Melenggang ke Semifinal

Hampir seluruh wakil Indonesia yang bertanding di babak perempat final berhasil melanjutkan kiprah turnamennya di bulu tangkis kelas BWF Super 500.

Misalnya saja pasangan ganda putri, Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah yang jadi wakil pertama Merah Putih yang berhasil memenangi laga perempat final. Pasangan ganda putri ini sukses menyingkirkan unggulan keempat yang berasal dari Malaysia yaitu Vivian Hoo/Yap Cheng Wen dengan angka 16-21, 21-14, dan 21-12 dalam pertandingan yang bisa mereka selesaikan selama 57 menit.

Bukan hanya mereka, ganda putri pelatnas PBSI yang lainnya, yakni Greysia Plii/Apriyani Rahayu juga berhasil mengikuti langkah Della/Tania. Mereka menjadi pasangan unggulan pertama yang membutuhkan waktu 37 menit saja untuk menyudahi perlawanannya kepada pasangan yang menjadi tuan rumah yaitu Ashwini Ponnappa/Reddy N Sikki. Mereka bisa mengalahkannya dengan angka 21-10, dan 21-18.

Di babak semifinal; yang mana berlangsung hari ini, Sabtu (20/3), kedua wakil Cipayung tersebut bakal bertemu sehingga satu tiket final sudah pasti akan menjadi milik Indonesia.

Setelah dua ganda putri yang sudah disebutkan di atas, ganda campuran juga berhasil meraih prestasi. Mereka adalah Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang bisa menuntaskan laga bandar togel online dengan hasil yang sangat positif. Pasangan baru tersebut berhasil menundukkan ganda Rusia yakni Rodion Alimov/Alina Davletova dengan skor 19-21, 22-20 dan 21-13 dalam waktu 50 menit.

Praveen/Melati pasalnya akan bertemu dengan ganda Taiwan Lee Yang/Yang Ching Tun di babak semifinal mendatang.

Satu-satunya ganda putra Indonesia yang masih bertahan yaitu Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama pun berhasil juga meraih satu buah tiket ke babak semifinal. Mereka berhasil mengalahkan unggulan ketujuh asal Malaysia yakni Mohamad Arif Ab Latif/Nur Mohd Azriyn Ayub A Azriyn dengan skor 21-18, 14-21 dan 21-18.

Selanjutnya nanti di babak semifinal, mereka akan berhadapan langsung dengan pemenang dalam duel sesame ganda India yaitu antara Attri Manu/Reddy B Sumeeth dan juga Pranaav Jerry Chopra/Shivam Sharma.

Wakil yang terakhir yang datang dari Indonesia yang bisa melenggang ke semifinal juga ke fase empat besar adalah Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaj. Mereka bisa mengalahkan sesama pelatnas PBSI, yaitu Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow dengan skor 21-17 dan 21-14.

Untuk bisa mengamankan tiket final, maka Hafiz/Gloria bakal berhadapan dengan unggulan pertama yang berasal dari Cina, Yilyu/Huang Dongping. Bukan pekerjaan yang mudah bagi pemain bulutangkis Indonesia berhadapan dengan pemain asal Cina karena di pertandingan-pertandingan sebelumnya, pemain Indonesia harus mengeluarkan usaha ekstranya untuk menaklukkan pemain-pemain Cina.

Namun ada 5 wakil Indonesia di India Open ini sudah termasuk prestasi yang bagus dari total 20 pemain yang bakal tampil di 5 nomor semifinal. Jumlah ini pasalnya yang terbanyak dibandingkan dengan wakil-wakil Negara yang lainnya.

Ini artinya adalah Indoensia pun berpeluang mendominasi babak final nanginya. Akan tetapi, sebelum sampai ke sana, mereka mesti melewati lawan-lawan yang tidak mudah ditaklukkan tersebut. Misalnya saja ganda campuran yang sudah disebutkan di atas, mereka termasuk dalam rangking big three dunia.

Ketegangan di Laut Natuna, Kapan TNI AL ditabrak Kapal Vietnam

Deskripsi singkat: Ketegangan dan insiden terjadi di Laut Natuna di mana kapal Vietnam menabrak kapal TNI AL.

Ketegangan di Laut Natuna, Kapan TNI AL ditabrak Kapal Vietnam

Beredar di media sosial sebuah video yang menunjukkan insiden antara kapal dengan bendera Vietnam yang menabrak lambung kapal TNI AL KRI Tjiptadi-381. Markas Besar Komando Armada I TNI AL sudah memberikan pernyataan resminya bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi.

Kapal TNI AL ditabrak Kapal Vietnam

Letnan Kolonel (P) Agung Nugroho selaku Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I TNI AL, hari Senin (29/4) ini mengakui tindakan kapal dengan bendera Vietnam yang menabrakkan kapalnya ke Kapal TNI AL sebagai bentuk provokasi. Dikutip dari CNN Indonesia, Agung menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada hari Sabtu (27/4) jam 14.45 WIB tepatnya di Laut Natuna Utara, yang mana merupakan wilayah ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Indonesia.

“KRI Tjiptadi-381 sedang melaksanakan operasi penegakan hukum pada kapal ikan asing berbendera Vietnam bernomor lambung BD 979,” ungkap Agung. Kapal tersebut terpergok sedang mencuri ikan di perairan togel terpercaya Natuna itu. Komandan KRI Tjiptadi, lalu menangkap kapal yang berbendera Vietnam tersebut.

Akan tetapi, ternyata kapal tersebut dikawal kapal Pengawas Perikanan Vietnam. Tidak hanya itu, kapal pengawal itu juga berusaha menghalangi personel TNI AL di KRI Tjiptadi-381. Yang lebih parah adalah kapal tersebut malah memprovokasi sampai menabrakkan badan kapalnya ke kapal KRI Tjiptadi-381.

Agung juga menyatakan bahwa lokasi kejadian tersebut berada di wilayah ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) nasional sehingga tindakan penangkapan kapal ikan illegal yang dilakukan oleh KRI Tjiptadi-381 tersebut sudah benar dan juga sudah sesuai dengan prosedur. Tapi di sisi lainnya, pihak Vietnam pun mengklaim bahwa wilayah tersebut adalah Kawasan perairannya.

Terjadi Ketegangan

Tidak Cuma menabrak KRI Tjiptadi-381 saja, kapal pengawas Vietnam tersebut juga dengan sengaja menabrak kapal illegal dengan nomor lambung BD 979 yang tengah ditunda KRI Tjiptadi-381. Sebagai akibatnya, kapal ikan illegal milik Vietnam itu akhirnya bocor dan tenggelam. Menurut Agung sendiri, tindakan KRI Tjiptadi-381 menahan diri serta tidak mudah terpancing provokasi Vietnam merupakan tindakan yang sudah sangat tepat.

Untuk meminimalisir ketegangan yang terjadi atau insiden yang mungkin bisa lebih buruk lagi di antara kedua negara, maka kejadian ini atau insiden ini bakal diselesaikan secara resmi melalui jalur diplomatic antara pemerintah Indonesia dan juga pemerintah Vietnam.

Sedangkan ABK (Anak Buah Kapal) kapal ikan illegal Vietnam yang jumlahnya ada 12 orang saat ini akan diserahkan ke Pangkalan TNI AL Ranai untuk proses hukum berikutnya, demikian kata Agung dikutip dari CNN Indonesia.

Kapal TNI AL Tak Lepaskan Tembakan: Mengapa?

TNI AL juga memberikan penjelasan resminya soal kejadian sebenarnya dan juga mengungkapkan alasan pihaknya tak melepaskan tembakan. Di dalam video yang beredar di media sosial, terlihat juga para personel TNI yang membawa senjata dan mencoba memperingatkan kapal Vietnam itu untuk tak mendekat. Namun awak kapal itu tak mengindahkan peringatkan itu dan sengaja menabrak lambung kapal KRI Tjiptadi-381.

Beberapa petugas juga terlihat berusaha menyerang kapal dan memintanya mundur. Terdengar pula umpatan dari awal kapal yang disinyalir kesal dengan tindakan kapal Vietnam itu. Dari penjelasan resminya, anggota TNI AL tak melepaskan tembakan guna meminimalisir aadnya insiden yang lebih buruk dan ketegangan yang lebih buruk lagi antar kedua negara.

Dengan tidak terprovokasi saja para anggota TNI AL yang tengah bertugas sudah mendapatkan apresiasi karena sudah sesuai prosedur.

Kemenangan Tipis Pada Laga Terakhir Timnas Garuda Muda

Timnas garuda muda Indonesia u-23 sudah dipastikan tidak dapat melanjutkan babak kualifikasi Piala AFC u-23. pertandingan sebelumnya melawan Thailand mendapatkan hasil tragis 0 – 4 dan juga kalah tipis di menit-menit terakhir 0 – 1 melawan Vietnam. Kehilangan poin kemenangan 2 buah pertandingan kecilnya tidak menjadikan laga melawan Brunei pada Selasa, 26 Maret 2016 seakan tidak penting.

 

Jelas saja, Timnas Garuda Muda u-23 akan semakin dianggap remeh apabila hanya bertahan timbang dan buruknya dibuat kalah oleh negara kaya yang kecil dan berada di bagian utara Pulau Kalimantan tersebut.Namun untuk kekalahan dari Thailand dan Vietnam mungkin dapat ditoleransi kan oleh masyarakat Indonesia karena memang peringkat FIFA yang mereka miliki jauh diatas Indonesia. Tapi kemenangan Indonesia di Piala AFF tepatnya Februari lalu, bisa dianggap karena kita sedang beruntung.

 

Permainan Yang Epik Dari Timnas Garuda Muda

Ternyata sebelumnya Brunei telah dilibas habis oleh Vietnam dan Thailand dengan skor kalah 0 – 6 dan 0 – 8. dari sini sudah dapat dilihat bahwa anak-anak dari Indra Sjafri tidak boleh kolongan skor apalagi sampai kalah. Susunan pemain yang diturunkan pertama oleh pelari tersebut terdiri dari Dimas Drajad, Witan Sulaiman, Saddil Ramdani, Hanif Sjahbandi, Gian Zola, Samuel Christianson, Fredian Wahyu, Nurhidayat, Muhammad Riyandi dan Bagas Andi

 

Peluit panjang tanda permainan dimulai terdengar dari mulut wasit. pada babak pertama Indonesia terlihat mendominasi jalannya permainan judi slot online terbaik dan penguasaan bola. Namun ternyata belum ada gol yang dihasilkan oleh kedua tim. Hingga akhirnya pada menit ke-30 Dimas Drajad menerima umpan yang dikirimkan oleh Witan dan dapat diolah menjadi sebuah gol. Kedudukan pun berubah menjadi 1 – 0

 

Permainan pun terus berjalan tanpa adanya perubahan skor dari masing-masing kesebelasan. Kemudian pada menit ke – 30, Andy Setyo masuk untuk menggantikan Samuel. tetapi sangat disayangkan hingga peluit pendek tanda berakhirnya bulan pertama Indonesia juga tidak berhasil menambahkan 1 buah gol padahal sudah memiliki beberapa peluang emas.

 

Saat kedua tim naik dari turun minum, Egy Maulana Vikri masuk menggantikan Gian Zola yang cedera. ternyata kelincahan yang dimiliki Egi tidak dapat menembus pertahanan yang menjadi ciri khas Brunei.tak lama setelah itu Osvaldo Hay masuk untuk menggantikan Hanif. Kemudian pada menit ke-70 kesebelasan merah putih mampu menambah poin di papan skor melalui tendangan jarak jauh dari seorang Rafi Syarahil

 

Permainan pun terus berjalan hingga tepatnya pada menit ke-80 terjadi sebuah drama antar kedua kubu tersebut. Riandi selaku penjaga gawang Indonesia melakukan pelanggaran terhadap penyerang Brunei yang tidak tertangkap perangkap offside. Kemudian Ia pun mendapat hadiah berupa kartu kuning dan juga pinalti bagi Brunei.

 

Kiper Dadakan Indonesia

Pada saat Brunei melakukan eksekusi penalti pertama, tendangan yang dilepas oleh Azim tersebut dapat dengan baik oleh Riyandi. Namun lagi-lagi wasit memberi kartu kuning kedua kepada penjaga gawang merah putih karena sudah bergerak sebelum tendangan penalti. Ini artinya Indonesia sudah tak bisa lagi mendapatkan pemain pengganti karena kiper andalannya mendapat kartu merah. Akhirnya dengan terpaksa Dimas Drajad diutus untuk menjadi penjaga gawang dadakan guna menahan tendangan penalti yang kembali dieksekusi oleh Azim.     Namun ternyata terjadi gol dan merubah papan skor menjadi 2 – 1

 

Kemudian pada injury time tepatnya 90 + 2, Egi menarik salah seorang badan pemain Brunei dan menghasilkan penalti lagi. mengingat Indonesia tidak memiliki kiper sama sekali, akhirnya Dimas Drajad kembali menjaga gawang merah putih. Namun layaknya seorang penjaga gawang sungguhan, ia berhasil menepis tendangan dari Brunei