Turki Hadapi Masalah Perekonomian yang Serius

Saat ini perekonomian di negara Turki sedang mengalami permasalahan yang serius yang mana sedang berada dalam masa sulitnya.Hal ini terlihat dari mata uang Lira yang turun 5% dalam waktu tempo sehari dan pasar saham yang turun 105 dalam seminggu.Selain itu, permasalahan tersebut terjadi karena adanya resesi yang dibarengi dengan inflasi tinggi.

Kondisi perekonomian sedang buruk

Kondisi perekonomian Turki sedang dalam masa buruk yang mana mengalami resesi baik pada kuartal ketiga maupun keempat dari tahun 2018 lalu. Aktivitas perekonomian pada tiga bulan terakhir 2018 mengalami penurunan sekitar 3% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Keadaan terlihat dari bertambahnya angka resesi yang terjadi hingga pada tahun 2019 ini.

Selain itu, kondisi perekonomian Turki juga terlihat dari pengangguran yang terdapat dalam negara tersebut.jumlah pengangguran bandar judi togel yang terus meningkat juga menjadi masalah yang serius bagi pemerintahan tersebut. Berdasarkan data yang ada pada bukan Desember 2018, sebanyak 4,3 juta warga negara Turki mencari pekerjaan dan tidak menemukannya. Berlandaskan pada data yang sama, tingkat pengangguran yang terdapat di Turki diperkirakan mencapai hingga 13,5%.

Turki juga mengalami tingkat inflasi yang sangat serius.Pada Februari 2019, harga-harga barang konsumsi mengalami peningkatan hingga 20% lebih tinggi dibandingkan dengan bulan Februari pada tahun sebelumnya.Hal lainnya juga terlihat dari angka inflasi yang mencapai lebih dari 25% pada bulan Oktober 2018.

Dengan adanya tingkat inflasi yang serius tersebut, bank sentral Turki mengatasinya dengan membuat kenaikkan suku bunga yang sangat drastis pada tahun 2018 lalu. Kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral Turki mencapai pada tingkat 24%. Hal tersebut menimbulkan ketidaksetujuan dari pihak Presiden Erdogan karena dianggap terlalu tinggi sehingga tidak efektif untuk menurunkan tingkat inflasi.

Erdogan berpendapat bahwa kenaikan tingkat inflasi merupakan masalah yang terjadi di pasar keuangan.Sehingga untuk menurunkan tingkat inflasi justru dilakukan dengan menurunkan tingkat suku bunga.Pendapat Erdogan tersebut bertentangan dengan pandangan-pandangan bank sentral, pasar keuangan dan kalangan ahli ekonomi.Menurut pandangan tersebut, justru tingkat inflasi dapat diturunkan dengan menaikkan suku bunga.Persoalan tersebut juga menimbulkan keraguan pada investor mengenai independensi bank sentral Turki terkait dengan ungkapan Erdogan. Meskipun pada kenyataannya, pernyataan Erdogan belum ditanggapi sama sekali oleh pihak bank sentral Turki.

Terjadi Penurunan Nilai Mata Uang

Permasalahan perekonomian di Turki juga tidak lepas dari penurunan nilai mata uang Lira yang sangat tajam.Masalah tersebut terjadi dalam beberapa pecan terakhir yang mana mengakibatkan kenaikan harga barang-barang impor.Penurunan nilai mata uang juga berpengaruh pada tingkat inflasi negara yang semakin meninggi.

Salah satu cara yang dapat diadakan untuk menaikkan nilai mata uang yaitu dengan membuat suku bunga yang tinggi. Hal ini dapat membuat investor mendapatkan keuntungan yang lebih besar dalam mata uang Lira, sehingga para investor tersebut terdorong untuk membelinya.Dengan bantuan pembelian dari pihak investor, membuat mata uang Lira menjadi lebih stabil.Dengan demikian, setidaknya usaha tersebut dapat mengurangi tekanan yang membuat mata uang ini kembali mengalami penurunan yang sangat tajam.

Presiden Erdogan menyalahkan Barat 

Dalam permasalahan perekonomian yang terjadi di negaranya, Presiden RecepTayyipErdogan menuding negara Barat yang berada di balik permasalahannya ini.Erdogan menyatakan bahwa pihak-pihak luar sedang melakukan upaya untuk menyudutkan Turki dengan cara memperburuk perekonomian di negaranya. Presiden Turki ini juga menambahkan bahwa negaranya harus berusaha untuk mendisiplinkan semua spekulan pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *