Kunjungan Sultan Brunei dengan Jokowi

Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah, menyatakan bahwa pihaknya tertarik untuk membeli alusista (alat sistem utama pertahanan) buatan PT Pindad (Persero). Ketertarikan yang disampaikan oleh Sultan Brunei itu disampaikannya sendiri ketika dirinya bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Kamis (3/5). Hanya, ia tak menyebutkan alat tempur spesifik apa yang diminati oleh Brunei Darussalam.

Bertemu di Istana Bogor dengan Jokowi

Sultan Hassanal Bolkiah sendiri tiba di Istana Bogor sejak jam 10.20, langsung setelah dirinya tiba di sana, dengan adanya upacara penyambutan kenegaraan. Sultan Hassanal Bolkiah didampingi oleh ibu negara Brunei Darussalam Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleh. Jokowi menyambutnya dengan jajaran cabinet kerjanya.

Pasca penyambutannya, kedua petinggi negara itu langsung menuju ke halaman belakang Istana Bogor untuk menanam sebuah pohon togel hk bernama pohon kedamaian. Kali ini pohon perdamaian yang mana ditanam di sana adalah pohon putat laut yang mana memiliki nama Latin Barringtonia asiatica. Kemudian, keduanya kembali ke dalam Istana Bogor. Sampai dengan berita ini diturunkan, kedua kepala negara tersebut masih melakukan pertemuan 4 mata.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, sebelumnya mengatakan salah satu fokus kunjungan dari Hassanal ke Jakarta adalah untuk memperkuat kerja sama dari kedua negara termasuk tentang perlindungan pekerja imigran Indonesia di Brunei Darussalam.

Retno pun mengatakan bahwa kedua pimpinan negara itu akan membahas juga rencana pembentukan nota kesepahaman atau MoU tentang penempatan dan juga perlindungan pekerja imigran Indonesia yang ada di Brunei. “Masalah proteksi WNI di Brunei adalah salah satu hal yang sangat penting untuk Indonesia. kedua negara sedang mempersiapkan teks MoU penempatan dan juga perlindungan pekerja imigran RI yang ada di sana yang juga bakal dibahas kedua pemimpin nantinya,” ungkap Retno, Rabu (2/5).

Sultan Brunei Tertarik Alusista Indonesia

Tidak hanya membicarakan tentang kerja sama dan juga proteksi pada pekerja imigran RI di Brunei, Sultan Brunei ini pun dikabarkan tertarik membeli senjata alusista buatan Indonesia. “Makanya nanti beliau (Sultan Brunei) bakal memantau pameran di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia yang mana memamerkan produksi PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan juga PT PAL,” ungkap Retno juga pada wartawan di Istana Bogor.

Menlu Retno juga mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuannya dengan Sultan Brunei dan menyatakan bahwa pertemuan itu sepakat untu memperbaiki hubungan perdagangan antara kedua negara yang sekarang ini nilainya sedang menyusut.

Adapun perbaikan itu akan dilakukan dengan cara mencari bidang investasi baru di mana hasil produksinya dapat memperbaiki neraca perdagangan. Retno juga menyatakan bahwa selama ini nilai perdagangan kedua negara tengah lesu karena harga minyak yang merupakan komoditas utama, Brunei juga sedang anjlok. Jadi, menurutnya, Sultan Brunei berharapa agar kedua negara ini dapat menggali potensi investasi yang dapat dilakukan kedua negara.

Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan yang dikutip dari CNN Indonesia, nilai perdagangan kedua negara ini pada tahun 2017 tercatat sebesar US$ 107.07 juga atau jumlah ini turun sebesar 39,29% dibandingkan tahun 2016 lalu yang mana sebesar US $176,39 juta. Pelemahan ini pasalnya jauh lebih dalam lagi apabila dibandingkan tahun 2015 juga di mana nilai perdagangan antara kedua negara ini mencapai angka US$220,66 juta.menurut Retno mungkin akan dijajaki beberapa kerjasama investasi misalnya di bidang pelabuhan dan perkapalan serta perkembangan bersama 2 varietas padi hibrida yaitu sembada 188 dan sembada B9.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *