Penalti Kontroversial Bawa Madrid Lolos ke Semifinal Champions

Mengulang pertandingan final musim lalu, Real Madrid kembali dipertemukan dengan Juventus di babak perempatfinal Liga Champions 2018. Menang di leg pertama dengan skor meyakinkan 3-0, Madrid seharusnya diprediksi mudah melenggang ke semifinal karena bertanding di Santiago Bernabeu. Namun apa yang tersaji hari Kamis (12/4) dini hari justru bak berjalan di ujung tanduk bagi Madrid.

 

Tampil di hadapan pendukungnya, Madrid langsung dikejutkan lewat gol Mario Mandzukic di menit kedua. Tak berhenti di situ, Juventus kembali mengancam lewat tembakan jarak dekat Gonzalo Higuain di menit kedelapan yang berhasil dimentahkan kiper Keylor Navas. Enggan jadi pecundang, Los Blancos pun balik mengancam mulai menit ke-11 saat Gareth Bale berhadapan dengan Gianluigi Buffon. Tiga menit berselang giliran sang megabintang Cristiano Ronaldo yang digagalkan Buffon. Berturut-turut Isco dan Khedira mencoba mengancam gawang Juventus yang tetap gagal.

 

Petaka togel hongkong muncul di menit ke-37 saat Manzukic menyarangkan gol kedua di gawang Madrid. Kalah 0-2 membuat pelatih Zinedine Zidane menarik keluar Casemiro dan Bale di awal babak kedua yang digantikan oleh Lucas Vazquez dan Marco Asensio. Ronaldo kembali mengancam di menit ke-58 yang masih tak sukses. Hingga akhirnya publik Santiago Bernabeu mendadak senyap saat Blaise Matuidi mencetak gol di menit ke-61 dan membuat agregat kedua tim seri 3-3.

 

Jelang injury time, drama pun dimulai saat wasit Michael Oliver memberikan penalti ke Madrid setelah Medhi Benatia dianggap melanggar Vazquez. Buffon memprotes keras hal itu yang membuatnya diganjar kartu merah, ditariknya Higuain dan masuknya kiper pengganti Wojciech Szczesny untuk menghadang penalti. Namun malang bagi Szczesny, dia harus berhadapan dengan Ronaldo. Ya, Ronaldo adalah aktor sekaligus pahlawan malam itu yang menyelamatkan Madrid dan membuat mereka lolos ke semifinal.

 

Dapat Kartu Merah, Gianluigi Buffon Murka

 

Rasa tak terima jelas dialami punggawa Juventus. The Old Lady mampu menaklukkan Madrid dengan skor 3-1 tapi justru tersingkir dari Liga Champions karena kalah agregat. Namun dari seluruh pemain Juve, tentu Buffon adalah sosok yang paling murka. Memprotes keras keputusan wasit Oliver malah membuat kiper senior itu dihadiahi kartu merah. Kepada Sky Sport Italia, pria yang juga menelan kepedihan usai gagal mengantarkan Italia ke Piala Dunia Rusia 2018 inipun angkat bicara.

 

“Saya tak akan menerima bahwa seorang wasit memimpin pertandingan seperti ini yang melibatkan dua tim top dan tidak memiliki karakter, keberanian atau kemampuan membuat keputusan tenang. Wasit jelas tidak siap. Kubilang, ‘Jika anda melakukan itu, anda adalah seekor binatang dan hatimu penuh sampah’.Saya senang kami pergi dengan kepala tegak dan meraih kembali kebanggaan untuk sepakbola Italia,” papar kiper berusia 40 tahun itu.

 

Presiden Juventus Sindir UEFA

 

Ganjaran kartu merah pada Buffon memang menorehkan luka mendalam bagi Juve. Bahkan sang Presiden, Andrea Agnelli menilai kalau UEFA tak punya wasit yang bagus. Menurut Agnelli, wasit-wasit UEFA sudah memusnahkan klub-klub Italia di kompetisi Eropa. Kekecewaan Agnelli ini memang muncul setelah sang Capolista Serie A itu pulang dengan dada sesak karena kemenangan 3-1 mereka sia-sia.

 

Juve sendiri masih ngotot menilai kala Benatia tidak melakukan pelanggaran. “Bukan hanya Juve. Roma harusnya dapat penalti saat melawan Barcelona. Milan juga terlempar dari Liga Eropa oleh Arsenal. Kalau memang UEFA tak cukup punya wasit bagus, kami bisa menawarkan pertolongan untuk melatih mereka,” sindir Agnelli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *