ASEAN Jajaki Kerjasama Soal Keamanan Siber atas Adanya Kisruh Data Facebook

Sepuluh Negara ASEAN (Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara) memiliki rencana untuk menjajaki kerja sama keamanan Siber menyusul adanya kisruh makin maraknya kejahatan di ranah dunia maya, mulai dari pencurian data pribadi yang ada di media sosial sampai dengan penggunaan data pribadi penguna oleh pihak ketiga dengan cara illegal.

Fokus Bekerja Sama

Menurut Mochamad Chandra Widya Yudha selaku Direktur Kerja Sama Politik dan Keamanan ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, rencana kerja sama tersebut bakal menjadi salah satu hal yang menjadi fokus dalam pertemuan pemimpin-pemimpin ASEAN di Singapura pada tanggal 27-28 April esok.

Pertemuan tersebut  bakal dihadiri oleh Presiden Joko Widodo yang mana didampingi oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. “ASEAN Leaders Statement on Cyber Security Operation adalah salah satu Dokumen yang bakal dihasilkan dalam KTT nantinya. Ini adalah upaya ASEAN guna memperluas kerja sama dalam bidang keamanan siber. Sifatnya sendiri ya baru norma dan prinsip, jadi masih sangat awal sekali,” ucap Chandra dalam jumpa pers yang bertempat di Kemlu RI, hari Jumat (20/4).

Chandra juga mengatakan kerja sama keamanan siber ini pun mencakup peningkatan kapasitas dan juga pengembangan kebijakan dan norma regional. Di masa akan datang. Menurutnya, ASEAN akan mempunyai aturan keamanan siber demi memastikan penggunaan dunia siber secara bertanggung jawab yang dilakukan oleh negara anggota.

Karena Insiden Facebook

Di dalam pertemuan bandar togel terpercaya tersebut, Chandra juga menyatakan bahwa Indonesia bakal menekankan pentingnya memperkuat perlindungan data pribadi dari pengguna media sosial yang ada di Asia Tenggara dalam kerja sama itu. hal tersebut dilakukan menyusul bocornya sebanyak 87 juta data pengguna Facebook dan data-data tersebut digunakan oleh pihak ketiga untuk kepentingan yang berbeda-beda. Sebanyak lebih dari 1 juta data yang bocor di antaranya adalah milik pengguna Facebook yang ada di Indonesia.

“Terkait dengan insiden Facebook, Indonesia juga memasukkan elemen pentingnya perlindungan data-data pribadi dalam lingkup kerjasama keamanan siber ini,” kata Chandra menambahkan. “Akan tetapi, kerangka kerja sama ini tak terbatas hanya di perlindungan data saja, namun semua isu yang mana menyangkut keamanan siber. ASEAN Leaders Statement on Cyber Security bakal menjadi salah satu Dokumen pokok milik kami guna mengembangkan lebih lanjut komitmen dan kerja sama keamanan siber di kawasan,” imbuhnya.

Laporan perusahaan konsultasi global, AT Kearney membuka tabir bahwa negara ASEAN sangat perlu meningkatkan pengeluaran untuk pengamanan siber demi mengantisipasi adanya ancaman digital. Dilansir dari CNN Indonesia, paling tidak ada 1.000 perusahaan yang ada di Asia Tenggara memiliki risiko tinggi kehilangan US $750 milyar dalam kapitalisasi pasar karena ancaman siber seperti kebocoran data dan juga peretasan.

Sengketa di Laut Cina Selatan

selain mengadakan kerja sama siber, Chandra juga menekankan percepatan negosiasi kode etik (Code Conduct (CoC)) di Laut Cina Selatan pun bakal menjadi satu perhatian dari 10 pemimpin ASEAN.

Meskipun bukan termasuk dalam negara bersengketa, akan tetapi, Chandra menjelaskan, Indonesia terus juga mendorong supaya negosiasi CoC dapat selesai dan diimplementasikan untuk bisa mewujudkan kawasan yang mana jauh dari risiko konfilk.

Ia juga menambahkan rangkaian KTT ASEAN bakal diawali oleh pertemuan tingkat perwakilan tetap negara anggota yakni pada tanggal 25 April. Setelah itu ada pertemuan antar pejabat senior kemlu negara pada tanggal 26 April dan pertemuan tingkat Menlu di tanggal 27 Aprilnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *